Koi sleeping Disease
Koi sleeping disease merupakan penyakit yang sudah lama di kenal, tepatnya pada tahun 1970 pada usia juvenil koi di Jepang.
Penyebab
Koi sleeping disease disebabkan oleh virus, pencetus virus tersebut bisa menyerang ikan koi adalah tingkat stres ikan yang tinggi disebabkan oleh naik atau turunnya suhu air secara drastis. Sehingga ikan menjadi drop dan menyebabkan imun ikan menjadi turun.
Tanda gejala
Tanda dan gejala koi sleeping disease adalah :
1. Berenang sebelah atau tidur
2. Matinya sel jaringan insang
3. Hipoksia (kekurangan oksigen)
4. Mata cekung.
Pertanda itu akan berurutan, apabila tanda tersebut sudah sampai ke tanda nomer 4, kemungkinan besar untuk ikan tidak bisa diselamatkan 100% seperti di literatur yang akan saya cantumkan nanti.
Tatalaksana perawatan
1. Sebisa mungkin untuk tidak menggunakan obat-obatan, karena kondisi ini harus memaksimalkan fungsi hipotalamus sehingga ikan akan terlihat dipaksa untuk sadar dan berenang seperti sedia kala.
2. Gunakan garam khusus ikan, dosis 0,3-05% dari total massa air (jumlah total air dan masa ikan dalam satu tempat), karena garam tersebut akan memberikan stimulas ke hipotalamus agar ikan tersadar.
3. Lakukan running (penggantian air) 2 x sehari, dengan metode penggantian air seperti berikut :
3.A. Hari pertama buang air ½ dari total keseluruhan, lakukan selama ikan masih terlihat sama kondisinya.
3.B. Di hari ke 3, umumnya ikan sudah mulai membaik dan ada sebagian ikan mati. Lakukan running (penggantian air) sebanyak ¾ dari total keseluruhan.
3.C. Dari hasil uji coba kemarin, ikan yang resisten terhadap virus ini, umumnya dia akan terkena aeromonas, dikarenan konsumsi garam yang bersifat katalis secara terus kene di berikan, sehingga di hari ke 3 dan seterusnya bisa diberikan obat, akan tetapi tetap harus dengan dosis kecil, agar tidak menyebabkan down imun karena efek karantina yang panjang.
Sumber
https://www.sciencedaily.com/releases/2015/06/150616114245.htm
Komentar
Posting Komentar